Minggu, 26 Mei 2013

Proyeksi Diri



Nama saya Muhammad Ali Mahrus. Saya tinggal di Desa Terban kecamatan Warungasem kabupaten Batang. Sekarang umur saya 19 tahun. Teman-teman saya biasa memanggilku dengan nama panggilan “Ali”. Saya tinggal di sebuah kampung dengan kedua orang tuaku. Orang tuaku selalu berusaha mendidik diriku agar lebih baik dan mampu untuk menghadapi tantangan hidupku kelak baik di dunia maupun di akhirat. Dalam kehidupan sehari-hari,  saya lebih dekat pada ibuku dibanding ayahku. Walaupun Ibuku terkadang tidak sejalan dengan pikiranku.
Untuk kehidupan dunia,  ibuku selalu mengajarkan bahwa hidup itu sudah ada yang mangatur, jadi berusahalah sesuai dengan kemampuanmu sendiri, tidak usah berlebih-lebihan dalam mencapai sesuatu. Dan ibuku tidak pernah menuntutku untuk hidup menjadi orang yang kaya raya, yang penting berperilaku baik pada semua orang. Namun untuk masalah akhirat, saya harus berhati-hati dalam berbuat sesuatu, memang setiap orang pasti mempunyai doasa, namun dengan hidup berhati-hati dosa yang didapat dapat diminimalisir.
Dari ayahku, beliau  tidak terlalu membatasi pergaulanku dalam mencari pengalaman  asalkan tidak pada hal-hal yang  negatif.  Dan beliau akan sangat marah pada diriku jika saya membantah atas keputusan ibuku(keputusan yang baik). Namun beliau mempunyai sifat yang apabila  mempunyai kemauan yang besar, maka ia harus meraihnya. Terkadang sifat ini dapat berdampak baik, namun tidak jarag juga berdampak negatif.
Dari semua ajaran hidup yang diajarkan oleh orang tuaku , saya seslalu memegang prinsip bahwa hidup ini sudah ada yang mengartur, jadi kita hanya harus berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan sesuatu, dan berdoa pada Allah,  masalah tercapai atau tidaknya suatu tujuan, itu sudah ada yang mengatur dan aku yakin dibalik ketidaktercapainya sesuatu pasti ada hikmahnya dan saya juga sudah pernah merasakan hal itu.
Dari lingkungan sekitar diriku, Misalnya, teman kampung, kuliah, dan sekolah baik SD, SMP, dan  SMA saya mempunyai hubungan baik dengan mereka semua. Dulu di lingkungan sekolah saya sangat pemalu kepada teman-teman, terutama pada guru. Dulu saat SD saya merasa takut pada guru dan gemeteran saat berbicara pada mereka. Karena saya sudah menyadari hal itu sejak SD, maka saat SMA saya berusaha keras untuk menghilangkan hal itu dengan cara saya mengikuti organisasi agar mental yang saya miliki lebih kuat.
 Awalny saya mengikuti  kegiatan PMR di SMA untuk meningkatkn mental saya yang kurang. Disana saya belajar agar berinteraksi dengan baik pada semua orang. Saat latihan saya disuruh untuk menyampaikan sesuatu pada orang yang belum saya kenal dan itu pertama kalinya saya belajar untuk menyampaikan sesuatu pada kakak-kakak kelas yang belum saya kenal sama sekali secara langsung dengan tatap muka. Awalnya saya sangat grogi, takut, minder, dan gemeteran. Namun karena itu sudah bagian dari latihan maka saya lakukan semua dan hasilnya pun sangat kurang baik tapi kakak- kakak yang mengajariku memaklumi halitu. Lama kelamaan saya sudah mulai merasa percaya diri dan rasa pemaluku sudah sedikit berkurang. Namun tetap saja, satu tahun pertama saya hanya mengenal teman- teman laki-laki saja, itu pun jumlahnya tidak seberapa. Semantara yang perempuan tidak ada yang ku kenal karena saya merasa minder dan malu. Di tahun kedua saya di tuntut agar bekerja sama dalam sebuah tim dengan semua pengurus dan mampu untuk  menularka semua ilmu yang didapat pada adik-adik kelas yang baru. Maka lama kelamaan saya mulai mengenal teman-teman yang lain dan kelamaan merasa dalam sebuah keluarga, karena kakak-kakak terdahulu yang sudah lulus masih tetap membimbing kami semua.
Di lingkungan kampung, saya merasa senang karena semua teman-teman kampung sangat bersahabat dan mudah untuk meminta pertolongan dibanding teman yang lain. Selain itu rasa persaudarraaan yang tinggi juga sangat menyatu dalam kehidupan  karena rata-rata orang –orang di sekitarku masih dalam satu keluarga basar. Lingkungan kampungku sangat religius dan hal itu membuat saya mengikuti semua kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan. Namun terkadang karena ajakan teman-teman hal itu saya tinggalkan.
Untuk saat ini, saya belum bisa membantu orang tua saya dalam bentuk materi, namun yang hanya saya bisa berikan hanyalah tenaga yang tidak seberapa. Namun kelak nanti saya akan berusaha untuk membalas kebaikan orang tuaku walaupun hal itu tidak akan mungkin untuk membalas semua kebaikannya. Ibuku tidak terlalu teropsesi pada anak yang kaya raya, namun lebih teropsesi pada anak yang berbakti. Karena menurutnya lebih baik anaknya hidup sederhana dan berbakti padanya sampai tua kelak dari pada kaya raya yang tidak berbakti, dan ditakutinnya kalau anaknya sudah tidak memikirkannya lagi. Saya berusaha untuk belajar sungguh-sungguh agar dapat digunakan sebagai modal untuk masa depanku kelak. Dan itujuga secara emotional membuat bangga ibuku bila melihat anaknya mendapat nilai yang baik di perkuliahannya.
Sebenarnya saya juga ingin membantu orangtuaku dalam membantu dalam materi, namun orang tua saya kurang setuju akan hal itu. Tapi aku menyadari hal itu karena mungkin orang tuaku tidak ingin memecah konsentrasi anaknya dalam hal kuliah dan agar tetap focus.
Hal yang ingin saya ingin capai untuk masa depan menjadi orang sukses dunia dan akhirat dan mampu untuk membahagiakan orang tuaku agar dapat membalas semua kebaikannya. Hal itu sangat di butuhkan doa dari orang tuaku terutama seorang ibu, karena ridho Allah tergantung ada ridho ibu kita. Dan saya akan selalu berusaha untuk tidak menyakiti hati ibuku, karena apabila orang tua kita terutama ibu mengatakan hal- hal yang negative pada kita saat keadaan marah, maka hal itu dapat membuat masa depat lebih susah bila ibu kita belum atau tidak memaafkan kita. Namun hal yang saya takut bila saat diriku sukses adalah bila saya menjadi orang yang sombong dan malah lupa pada semuanya.
Terima kasih

BISNIS


   A.    Pengertian Bisnis

Bisnis adalah pertukaran  baik barang, jasa, maupun uang yang bertujuan untuk mencari keuntungan dalam masyarakat.

Adapun definisi bisnis dari berbagai sumber menurut ahli adalah :
      1.      Bisnis adalah suatu kegiatan usaha individu yang terorganisir untuk menghasilkan dan membuat barang atau jasa guna mendapat keuntungan guna memenuhi kebutuhan masyarakat (Hughes dan Kapoor)
      2.      Bisnis adalah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat (Brown dan Protello)
      3.      Bisnis adalah semua aktivitas yang bertujuan mencari laba(Boone dan Kurtz)
      4.      Bisnis adalah pertukaran barang , jasa, atau uang yang saling menguntungkan atau saling memberi manfaat (Skinner)

Dari beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan pengertian bisnis memuat 4 aspek :
            1.      Aktivitas usaha
            2.      Menghasilkan barang dan jasa
            3.      Mendapatkan laba
            4.      Memenuhi kebutuhan masyarakat

  B.     Jenis-jenis Bisnis

             1.      Atas dasar kegiataanya
a.       Ekstraktif, kegiatan bisnis yang dilakukan dalam pengolahan alam
b.      Agraris, kegiatan bisnis dalam bidang pertanian
c.       Industri, kegiatan bisnis bergerak dalam industri pengolahan
d.      Jasa, bergerak dalam kebutuhan pelayanaan jasa bagi masyarakat
             2.      Atas dasar kegunaaan yang diciptakan
a.       Kegunaan bentuk (form utility)
Berfungsinya barang karena adanya perubahan bentuk
b.      Kegunaan tempat (place utility)
Berfungsinya barang karena perpindahan tempat
c.       Kegunaan waktu (time utility)
Berfungsinya barang pada waktu tertentu
d.      Kegunaan kepemilikan (possession utility)
Berfungsinya barang karena adanya perpindahan kepemilikan

Rabu, 22 Mei 2013

Fungsi Permintaan dan Fungsi Penawaran

Fungsi Permintaan

Fungsi permintaan menghubungkan antara variabel harga dengan variabel jumlah (barang/jasa) yang diminta.
Hukum Permintaan :
" Apabila barang yang diminta di pasar jumlahnya turun, maka harga yang diminta akan naik, namun apabila barang yang diminta di pasar jumlahnya naik, maka harga yang diminta turun "
Hukum ini hubungannya berbanding terbalik,

Bentuk umum Fungsi permintaan :
Q = a-bP atau  P =a/b-1/bQ
Keterangan :
P : harga
Q : Jumlah barang

Fungsi Penawaran

Fungsi penawaran menghubungkan antara variabel harga dan variabel jumlah(barang/jasa) yang ditawarkan.
Hukum Penawaran:
 " Apabila barang yang ditawarkan dipasar jumlahnya naik, maka harga yang ditawarkan akan naik, namun apabila barang yang ditawarkan dipasar jumlahnya turun, maka harga yang ditawarkan akan turun "

Bentuk umum fungsi penawaran :
Q =-a+bP atau P = a/b+1/bQ
Keterangan:
Q = jumlah barang
P = harga

Sistem Ekonomi


Di dunia ada 3 sistem ekonomi yang dianut oleh beberapa negara di dunia, diantaranya :
     1.       Sistem ekonomi Kapitalis
Yaitu system ekonomi dimana kekayaan yang produktif dimiliki secara pribadi dan diproduksi untuk dijual dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan.
Ciri-cirinya :
a.       Mengakui kepemilikan individu atau sumber daya faktor produksi.
b.      Komperisi antar individu/badan sangat dihargai dalam kebutuhan hidup/mengejar keuntungan.
c.       Prinsip keadilan setaip orang menerima imbalan sesuai dengan prestasi.
d.      Campur tangan pemerintah sangat minim.
     2.       Sisrtem ekonomi sosialis
Yaitu kebalikan dari kapitalis, dimana pasar dikendalikan melalui perencanaan oleh pemerintah pusat.
Ciri-cirinya :
a.       Sumber daya/faktor produksi diklaim milik negara.
b.      Imbalan yang diterima oleh per orangan berdasarkan kebutuhan.
c.       Peran negara sangat penting dalam membantu perekonomian.
d.      Prinsip keadilan setiap orang menerima imbalan yang relatif sama.
e.      Kadar campur tangan pemerintah sangat tiggi.
     3.       Sistem ekonomi campuran
Yaitu system yang mengandung beberapa elemen dari system kapitalis dan system liberalis
Ciri-cirinya :
a.       Pengaturan kehidupan ekonomi dikelola bersama oleh swasta dan negara relatif lebih besar.
b.      Adanya peranan per orangan dan swasta untuk melakukan kegiatan ekonomi.
c.       Adanya perenan pemerintah/negara untuk menangani sektor-sektor ekonomi yang menguasai hajad hidup orang banyak.

Selasa, 21 Mei 2013

AQIDAH


  I.      Pengertian dan Ruang Lingkup Aqidah

A.    Pengertian Aqidah
      Aqidah berasal dari kata ‘aqada-ya’qidu-‘aq dan yang berarti simpul, ikatan dan perjanjian yang kokoh dan kuat. Setelah terbentuk menjadi “aqidatan (aqidah) yang berarti kepercayaan atau keyakinan.
      Aqidah menurut istilah adalah beberapa urusan yang harus dibenarkan oleh hati yang mendatangkan ketentraman jiwa, menjadi keyakinan, dan tidak tercampur sedikit pun dengan keraguan.
     Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memahami aqidah secara lebih tepat dan jelas, yaitu :
1.       Setiap manusia memiliki fitrah untuk mengakui kebenaran dengan potensi yang dimilikinya.
2.      Keyakinan itu harus bulat dan penuh, tidak berbaur dengan kesamaran dan keraguan.
3.       Aqidah harus mampu mendatangkan ketentraman jiwa kepada orang yang meyakininya.
4.  Apibila seseorang telah meyakini suatu kebenaran, maka konsekuensinya ia harus sanggup membuang jauh-jauh segala hal yang bertentangan dengan kebenaran yang diyakininya itu.

B.     Ruang Lingkup Aqidah
Menurut Hasan Al bana dibedakan menjadi  4 :
A.    ILhiah Yaitu Pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan illah (Tuhan). Seperti wujud allah, nama-nama dan sifat-sifat allah, perbuatan-perbuatan (afa’i) allah, dll.
B.     Nubuwwah Yaitu Pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan nabi dan rasul, termasuk pembicaraan mengenai kitab-kitab Allah, mukjizat, dan sebagainya.
C.    Ruhaniah Yaitu  Pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan alam roh atau metafisik. Seperti  Tafisik, seperti malaikat, jin ,iblis ,setan dan roh.
D.    Sam’iyah Yaitu Pembahasan tentang segala sesuatu yang hanya bisa diketahui melalui sami ,yakni dalil naqli berupa Al-Quran dan As-Sunnah, seperti alam barzakh, akhirat, azab kubur, dan sebagainya.

  II .   Fungsi dan Peranan Aqidah Dalam Kehidupan Manusia

       A. Fungsi dan Peranan 

                 Fungsi dan peranan aqidah dalam kehidupan manusia antara lain dapat dikemukakan sebagai berikut:

          1. Menuntun dan mengemban dasar ketuhanan yang dimiliki manusia sejak lahir, sejak lahir                                                                                                       manusia telah memiliki potensi keberagamaan (fitrah). Aqidah Islam berperan memenuhi kebutuhan fitrah manusia tersebut, menuntun dan mengarahkan manusia pada keyakinan yang benar tentang Allah.
       2. Memberikan ketenangan dan ketentraman jiwa. Agama sebagai kebutuhan fitrah akan senantiasa menuntut dan mendorong manusia untuk terus mencarinya. Aqidah memberikan jawaban yang pasti sehingga kebutuhan rohaninya dapat terpenuhi.
          3. Memberikan pedoman hidup yang pasti. Aqidah memberikan pengetahuan asal dan tujuan hidup manusia sehingga kehidupan manusia akan lebih jelas dan akan lebih bermakna. Aqidah Islam juga sebagai keyakinan akan membentuk perilaku bahkan mempengaruhi kehidupan seorang muslim menjadi lebih baik.

         Aqidah Islam sebagai keyakinan akan membentuk perilaku bahkan mempengaruhi kehidupan seorang muslim. Abu A’la Al Maududi menyebutkan pengaruh aqidah tauhid sebagai berikut:
         1.   Menjauhkan manusia dari pandangan yang sempit dan picik.
         2.      Menanamkan kepercayaan terhadap diri sendiri dan tahu akan harga diri.
         3.      Membentuk manusia jujur dan adil dan menghilangkan sifat murung dan putus asa.
         4.      Membentuk pendirian yang teguh, kesabaran, ketabahan, dan optimisme.
         5.      Menciptakan hidup damai dan ridha.
         6.      Membentuk manusia menjadi taat, patuh dan disiplin menjalankan perintah dan larangan.

Minggu, 19 Mei 2013

Tips Wirausaha bagi Pemula


Jangan takut gagal ketika baru saja memulai usaha. Yang penting pede, dan teruslah bermimpi!
Mengapa kini banyak orang mulai memilih membuka usaha sendiri? Tentu banyak sekali alasan yang melatarbelakanginya. Salah satunya faktor kebutuhan yang makin meningkat, seiring kenaikan harga di segala bidang.
Misalnya, seorang perempuan yang sudah lama bekerja kantoran, merasa kariernya tak berkembang, dan ia pun bosan jika tinggal di rumah hanya mengurus anak saja. Nah, dengan berwirausaha, "Ia jadi makin terbuka, pintar mengatur uang, bisa mencari target pasar, tahu cara berpromosi, bahkan membuat produknya sendiri.Ia jadi lebih berkembang dari sebelumnya."
Lalu, usaha apa saja yang dapat dilakukan di rumah? Menurut Zizi, berbagai usaha dapat dilakukan. Membuka les privat, salon, spa, pijat dan aromaterapi, menerima jahitan, membuka butik, kantin, katering, dan membuat kue, bahkan membuat website atau blog. Berikut tips dari Zizi, yang harus diperhatikan ketika akan memulai usaha bagi para pemula:
1. Miliki Mimpi!
Bermimpilah jadi pengusaha sukses, punya uang banyak, bisa liburan ke luar negeri dan tempat-tempat eksoktis, atau tak perlu memikirkan pekerjaan lagi karena sudah punya banyak uang. Lalu bayangkan, dari mana uang itu bisa mengalir ke rekening Anda, atau dari usaha apa agar bisa sukses. Apakah akan jadi pengusaha restoran, garmen, atau lainnya? Bayangkan secara jelas, dan sedetail mungkin. Semua kesuksesan berdasar dari mimpi. Jadi, jangan takut berkhayal atau bermimpi.
2. Obesi dan Hobi
Apa, sih, hobi Anda? Memasak, menjahit, atau mengajar anak-anak? Nah, Anda harus bisa menjalankannya dengan hati. Jadi, yang Anda lakukan memiliki jiwa, nyawa, dan nilai. Semua yang dilakukan dengan hati, pasti akan lebih lancar dijalankan.
3. Lihat Kenyataan
Setelah berkhayal, kembalilah ke realita. Kepala boleh di langit, tetapi kaki harus tetap menjejak bumi. Mulailah dari yang Anda punya, dan jangan membandingkan dengan milik orang lain. Jika mampu memasak dan hasilnya disenangi orang rumah, Anda berbakat membuka katering. Atau, sabar melatih anak, mampu dan terlatih mencarikan solusi bagi anak-anak yang kurang fokus belajar? Jadilah guru les dan pembimbing.
4. Buat Rencana Bertahap
Mulailah membuat rencana bertahap. Buatlah kondisi dari nol dengan satu syarat, selalu melihat ke depan. Misalnya, tak punya uang tapi punya modal kemampuan. Jika punya uang Rp 500 ribu dan pintar masak, apa yang akan dilakukan agar bisa menghasilkan lebih. Lakukan bertahap, perlahan, sesuai kemampuan. Jika dilakukan dengan benar, lambat laun keuntungan akan mengikuti Anda.
5. Susun Berbagai Rencana
Ketika usaha mulai berjalan, jangan hanya memiliki satu rencana saja. Buat juga rencana B, C, atau D. Misalnya, setelah membuka warung tapi sepi pengunjung, mulailah berpikir kreatif dan jalankan rencana B. Jangan menunggu orang datang, tapi harus menjemput bola dan tawarkan kemudahan lain. Misalnya, memberi pelayanan delivery service. Jika rencana B ternyata belum berhasil, jalankan rencana C, dan seterusnya.
6. Buat Anggaran
Jika usaha sudah berjalan, buat anggaran pengeluaran dan pemasukan dengan rapi. Pisahkan antara pemasukan dan pengeluaran dari gaji suami atau istri untuk biaya sehari-hari, dengan hasil usaha. Sebaiknya, uang dipecah ke dalam dua rekening bank, dan jangan masuk ke dompet, agar tidak boros dan mudah melihat laba yang didapat.
Jika tak membuat anggaran dan hanya tambal sulam, Anda tak akan bisa melihat laba yang diraih. Yang ada, Anda justru tidak tahu apakah usahanya sukses atau gagal. Dengan membuat anggaran yang tepat, kesalahan yang muncul akan bisa dicari penyebabnya, dan dapat segera diperbaiki.

Aktiva Tetap


  A.    Pengertian Aktiva Tetap
Aktiva Tetap adalah barang berwujud milik perusahaan yang sifatnya relatif permanen dan digunakan dalam kegiatan normal perusahaan, bukan untuk diperjualbelikan. Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 16 paragraf 5 menyebutkan:
“Aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dibangun lebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun”. (Ikatan Akuntan Indonesia. Standar Akuntansi Keuangan. Salemba Empat, Jakarta, 2004, No 16  Paragraf 5)   
  B.     Jenis-jenis aktiva tetap
Melihat definisi tersebut, jelas bahwa tidak setiap aktiva perusahaan dapat di kelompokkan sebagai aktiva tetap. Untuk dapat dikelompokkan sebagai aktiva tetap, maka suatu aktiva harus memiliki kriteria tertentu, yaitu:
1    .      Berwujud
Aktiva tersebut berupa barang yang memiliki wujud fisik. Bukan sesuatu yang memiliki bentuk fisik, seperti goodwill, hak paten,dsb.
2    .      Umurnya lebih dari satu tahun
Aktiva tersebut harus dapat dipergunakan dalam operasi lebih dari satu tahun atau satu periode akuntansi. Walaupun memiliki bentuk fisik, tetapi jika masa manfaatnya kurang dari satu tahun-seperti kertas, tinta printer, pensil, penghapus, selotip, dsb- tidak dapat dikategorikan sebagai aktiva tetap. Dan yang dimaksudkan dengan umur aktiva tersebut adalah umur ekonomis, bukan umur teknis, yaitu jangka waktu dimana suatu aktiva dapat dipergunakan secara ekonomis oleh perusahaan.
3    .      Digunakan dalam operasi perusahaan
Barang tersebut harus dapat dipergunakan dalam operasi normal perusahaan yaitu dipakai perusahaan untuk menghasilkan pendapatan bagi organisasi. Jika suatu aktiva memiliki wujud fisik dan memiliki umur lebih dari satu tahun tetapi rusak dan tidak dapat diperbaiki, sehingga tidak dapat dipergunakan untuk operasi perusahaan, maka aktiva tersebut harus dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap.
 .      Tidak diperjualbelikan
Suatu aktiva berwujud yang dimiliki perusahaan dan umurnya lebih dari satu tahun, tetapi dibeli perusahaan dengan maksud untuk dijual lagi, tidak dapat dikategorikan sebagai aktiva tetap dan harus dimasukkan ke dalam kelompok persediaan.
.      Material
Barang milik perusahaan yang berumur lebih dari satu tahun dan dipergunakan dalam operasi perusahaan tetapi nilai atau harga per unitnya ataupun harga totalnya relatif  tidak terlalu besar dibanding total aktiva perusahaan, tidak perlu dimasukkan sebagai aktiva tetap. Barang- barang yang bernilai rendah, seperti: pulpen, sendok, piring, staples, jam, meja, dan sebagainya, tidak perlu dikelompokkan sebagai aktiva tetap. Memang tidak ada suatu ketentuan baku, berapa nilai minimal dari suatu barang agar dapat dikelompokkan sebagai aktiva tetap. Setiap perusahaan dapat menentukan kebijaksanaan sendiri mengenai kriteria materialitas tersebut.
.      Dimiliki perusahaan
Suatu aktiva berwujud yang bernilai tinggi, dipergunakan didalam operasi dan berumur lebih dari satu tahun, tetapi disewa dari perusahaan pihak lain, tidak boleh dikelompokkan sebagai aktiva tetap. Kendaraan sewaan, misalnya, walupun dipergunakan untuk operasi perusahaan dalam jangka panjang, tetap tidak boleh diakui sebagai aktiva tetap.
PENGELOMPOKAN
Aktiva tetap dapat berupa: kendaraan, mesin, bangunan tanah dan sebagainya. Dari berbagai macam aktiva tetap yang dimiliki berbagai perusahaan, untuk tujuan akuntansi dapat dikelompokan kedalam kelompok:
.       Aktiva tetap yang umurnya tidak terbatas, seperti tanah tempat kantor atau bangunan pabrik berdiri, lahan pertanian, lahan perkebunan, lahan peternakan. Aktiva tetap jenis ini adalah aktiva tetap yang dapat dipergunakan secara terus menerus selama perusahaan menghendakinya tanpa harus memperbaiki atau menggantinya.
.      Aktiva tetap yang umurnya terbatas dan apabila sudah habis masa manfaatnya  bisa diganti dengan aktiva lain yang sejenis, seperti bangunan, mesin, kendaraan, komputer, mebel, dsb. Aktiva tetap kelompok  kedua, adalah jenis aktiva tetap yang memiliki umur ekonomis maupun umur teknis yang terbatas. Karena itu jika secara ekonomis sudah tidak menguntungkan (beban yang dikeluarkan lebih besar dari manfaatnya), maka aktiva seperti ini harus diganti dengan aktiva lain.
.       Aktiva tetap yang umurnya terbatas dan apabila sudah habis masa manfaatnya tidak dapat diganti dengan yang sejenis, seperti tanah pertambangan dan hutan. Kelompok  aktiva yang ketiga merupakan aktiva tetap yang hanya sekali pakai dan tidak dapat diperbarui karena kandungan atau  isi dari aktiva itulah yang dibutuhkan, bukan wadah luarnya. Tanah pertambangan memang tetap masih ada saat kandungan emas atau minyaknya sudah habis, tetapi bukan tanah itu sendiri yang mendorong perusahaan membeli atau berinvestasi, melainkan emas atau minyaknya. Memang, hutan dapat ditanami kembali, tetapi itu memerlukan waktu yang sangat panjang dan beban yang sangat besar.
 C.    HARGA PEROLEHAN AKTIVA TETAP
Harta non current dapat diperoleh dengan berbagai cara, antara lain:
  1. Diperoleh dengan harga lumpsump;
  2. Diperoleh dengan pembayaran berkala;
  3. Pembelian dengan cara leasing;
  4. Perolehan dengan trade-in
  5. Perolehan dengan menerbitkan surat berharga;
  6. Perolehan dari donasi; dan
  7. Dibangun sendiri.