Selasa, 21 Mei 2013

AQIDAH


  I.      Pengertian dan Ruang Lingkup Aqidah

A.    Pengertian Aqidah
      Aqidah berasal dari kata ‘aqada-ya’qidu-‘aq dan yang berarti simpul, ikatan dan perjanjian yang kokoh dan kuat. Setelah terbentuk menjadi “aqidatan (aqidah) yang berarti kepercayaan atau keyakinan.
      Aqidah menurut istilah adalah beberapa urusan yang harus dibenarkan oleh hati yang mendatangkan ketentraman jiwa, menjadi keyakinan, dan tidak tercampur sedikit pun dengan keraguan.
     Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memahami aqidah secara lebih tepat dan jelas, yaitu :
1.       Setiap manusia memiliki fitrah untuk mengakui kebenaran dengan potensi yang dimilikinya.
2.      Keyakinan itu harus bulat dan penuh, tidak berbaur dengan kesamaran dan keraguan.
3.       Aqidah harus mampu mendatangkan ketentraman jiwa kepada orang yang meyakininya.
4.  Apibila seseorang telah meyakini suatu kebenaran, maka konsekuensinya ia harus sanggup membuang jauh-jauh segala hal yang bertentangan dengan kebenaran yang diyakininya itu.

B.     Ruang Lingkup Aqidah
Menurut Hasan Al bana dibedakan menjadi  4 :
A.    ILhiah Yaitu Pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan illah (Tuhan). Seperti wujud allah, nama-nama dan sifat-sifat allah, perbuatan-perbuatan (afa’i) allah, dll.
B.     Nubuwwah Yaitu Pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan nabi dan rasul, termasuk pembicaraan mengenai kitab-kitab Allah, mukjizat, dan sebagainya.
C.    Ruhaniah Yaitu  Pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan alam roh atau metafisik. Seperti  Tafisik, seperti malaikat, jin ,iblis ,setan dan roh.
D.    Sam’iyah Yaitu Pembahasan tentang segala sesuatu yang hanya bisa diketahui melalui sami ,yakni dalil naqli berupa Al-Quran dan As-Sunnah, seperti alam barzakh, akhirat, azab kubur, dan sebagainya.

  II .   Fungsi dan Peranan Aqidah Dalam Kehidupan Manusia

       A. Fungsi dan Peranan 

                 Fungsi dan peranan aqidah dalam kehidupan manusia antara lain dapat dikemukakan sebagai berikut:

          1. Menuntun dan mengemban dasar ketuhanan yang dimiliki manusia sejak lahir, sejak lahir                                                                                                       manusia telah memiliki potensi keberagamaan (fitrah). Aqidah Islam berperan memenuhi kebutuhan fitrah manusia tersebut, menuntun dan mengarahkan manusia pada keyakinan yang benar tentang Allah.
       2. Memberikan ketenangan dan ketentraman jiwa. Agama sebagai kebutuhan fitrah akan senantiasa menuntut dan mendorong manusia untuk terus mencarinya. Aqidah memberikan jawaban yang pasti sehingga kebutuhan rohaninya dapat terpenuhi.
          3. Memberikan pedoman hidup yang pasti. Aqidah memberikan pengetahuan asal dan tujuan hidup manusia sehingga kehidupan manusia akan lebih jelas dan akan lebih bermakna. Aqidah Islam juga sebagai keyakinan akan membentuk perilaku bahkan mempengaruhi kehidupan seorang muslim menjadi lebih baik.

         Aqidah Islam sebagai keyakinan akan membentuk perilaku bahkan mempengaruhi kehidupan seorang muslim. Abu A’la Al Maududi menyebutkan pengaruh aqidah tauhid sebagai berikut:
         1.   Menjauhkan manusia dari pandangan yang sempit dan picik.
         2.      Menanamkan kepercayaan terhadap diri sendiri dan tahu akan harga diri.
         3.      Membentuk manusia jujur dan adil dan menghilangkan sifat murung dan putus asa.
         4.      Membentuk pendirian yang teguh, kesabaran, ketabahan, dan optimisme.
         5.      Menciptakan hidup damai dan ridha.
         6.      Membentuk manusia menjadi taat, patuh dan disiplin menjalankan perintah dan larangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar