I. Pengertian
dan Ruang Lingkup Aqidah
A. Pengertian
Aqidah
Aqidah berasal dari kata ‘aqada-ya’qidu-‘aq dan yang berarti
simpul, ikatan dan perjanjian yang kokoh dan kuat. Setelah terbentuk menjadi
“aqidatan (aqidah) yang berarti kepercayaan atau keyakinan.
Aqidah menurut istilah adalah beberapa urusan yang harus
dibenarkan oleh hati yang mendatangkan ketentraman jiwa, menjadi keyakinan, dan
tidak tercampur sedikit pun dengan keraguan.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan
dalam memahami aqidah secara lebih tepat dan jelas, yaitu :
1. Setiap
manusia memiliki fitrah untuk mengakui kebenaran dengan potensi yang
dimilikinya.
2. Keyakinan
itu harus bulat dan penuh, tidak berbaur dengan kesamaran dan keraguan.
3. Aqidah
harus mampu mendatangkan ketentraman jiwa kepada orang yang meyakininya.
4. Apibila
seseorang telah meyakini suatu kebenaran, maka konsekuensinya ia harus sanggup
membuang jauh-jauh segala hal yang bertentangan dengan kebenaran yang
diyakininya itu.
B.
Ruang
Lingkup Aqidah
Menurut Hasan Al bana dibedakan
menjadi 4 :
A.
ILhiah
Yaitu Pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan illah (Tuhan). Seperti
wujud allah, nama-nama dan sifat-sifat allah, perbuatan-perbuatan (afa’i)
allah, dll.
B.
Nubuwwah
Yaitu Pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan nabi dan rasul, termasuk pembicaraan
mengenai kitab-kitab Allah, mukjizat, dan sebagainya.
C.
Ruhaniah
Yaitu Pembahasan tentang segala sesuatu
yang berhubungan dengan alam roh atau metafisik. Seperti Tafisik, seperti malaikat, jin ,iblis ,setan dan roh.
D.
Sam’iyah
Yaitu Pembahasan tentang segala sesuatu yang hanya bisa diketahui melalui sami
,yakni dalil naqli berupa Al-Quran dan As-Sunnah, seperti
alam barzakh, akhirat, azab kubur, dan sebagainya.
II . Fungsi
dan Peranan Aqidah Dalam Kehidupan Manusia
A. Fungsi dan Peranan
Fungsi dan peranan
aqidah dalam kehidupan manusia antara lain dapat dikemukakan sebagai berikut:
1. Menuntun dan mengemban dasar ketuhanan yang dimiliki manusia sejak lahir,
sejak lahir manusia telah memiliki potensi keberagamaan (fitrah). Aqidah Islam
berperan memenuhi kebutuhan fitrah manusia tersebut, menuntun dan mengarahkan
manusia pada keyakinan yang benar tentang Allah.
2. Memberikan ketenangan dan ketentraman jiwa. Agama sebagai kebutuhan fitrah
akan senantiasa menuntut dan mendorong manusia untuk terus mencarinya. Aqidah
memberikan jawaban yang pasti sehingga kebutuhan rohaninya dapat terpenuhi.
3. Memberikan pedoman hidup yang pasti. Aqidah memberikan pengetahuan asal dan tujuan hidup manusia sehingga kehidupan manusia akan lebih jelas dan akan lebih bermakna. Aqidah Islam juga sebagai keyakinan akan membentuk perilaku bahkan mempengaruhi kehidupan seorang muslim menjadi lebih baik.
3. Memberikan pedoman hidup yang pasti. Aqidah memberikan pengetahuan asal dan tujuan hidup manusia sehingga kehidupan manusia akan lebih jelas dan akan lebih bermakna. Aqidah Islam juga sebagai keyakinan akan membentuk perilaku bahkan mempengaruhi kehidupan seorang muslim menjadi lebih baik.
Aqidah Islam sebagai keyakinan akan membentuk perilaku bahkan mempengaruhi kehidupan seorang muslim. Abu A’la Al Maududi menyebutkan pengaruh aqidah tauhid sebagai berikut:
1. Menjauhkan manusia dari pandangan yang sempit dan picik.
2.
Menanamkan kepercayaan terhadap diri sendiri
dan tahu akan harga diri.
3.
Membentuk manusia jujur dan adil dan menghilangkan
sifat murung dan putus asa.
4.
Membentuk pendirian yang teguh, kesabaran,
ketabahan, dan optimisme.
5.
Menciptakan hidup damai dan ridha.
6.
Membentuk manusia menjadi taat, patuh dan
disiplin menjalankan perintah dan larangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar